Jumat, 06 April 2012

Menyesal kemudian tak ada guna

      Aku mulai dewasa dan aku sudah mulai tau cara mencari uang ilmu dan harta,aku juga mulai tau aku memiliki seorang ibu yang cacat ibu yang bermata satu. aku sungguh malu memiliki ibu seperti dia aku ingin hidupku sempurna tak ada yang cacat sedikit pun. suatu hari ibuku datang ke sekolah karena sudah beberapa hari aku pulang beliau menghawatirkanku. saat kulihat di ujung pagar seorang wanita parubaya yang memakai pakaian rapi dan sopan dan itulah ibuku yang matanya cacat seketikaitu juaga aku mengusirnya, dengan wajah yang kelihatan menahan air mata ibuku berlalu langsung pergi meninggal kan sekolahan..
     Waktu demi waktu berlalu hari demi hari kulalui tanpa pulang kerumah dan menengok keadaan ibuku aku tanggal bersama teman ku di sebuah kos-kosan yang cukup besar,saat pembagian rapor kelulusan aku mendapatka beasiswa ke singapura dan itulah yang ingin ku dapat kan selama ini. Aku pun berangkat ke singapura tanpa berpamitan dengan ibuku karena itu ku anggap tidak terlalu penting.Disana aku sekolah dan bekerja selama 10 tahun tanpa memikirkan keadaan ibuku. Kemudian aku menikah dengan seorang wanita dan di karuniai oleh dua orang anak. Saat anakku berumur 3 tahun aku terkejut eorang wanita yang cacat dengan pakaian yang kumuh menghampiri anakku dialah ibuku aku bingung bagai mana ia mendapatkan uang untuk menyusulku ke singapura dengan muka yang tak berdosa aku mengusinya dengan kata-kata yang kasar " pergi kau pengemis kau mebuat anakku takut" tanpa ku duga ibuku hanya menjawab "oh, maaf saya ternya ta salah alamat". tiga munggu setelah kejadian itu aku mendapatkan surat reuni SMA ku dulu aku ingin sekali kesana aku beralasan kepada istriku bahwa ada kerja di luar negeri.
        Setelah beberapa jam sampailah aku di kota kelahiranku Yogyakarta pada saat reuni aku menyombongkan diri karena aku telah menjadi pengusaha yang sukses. sebelum kembalai ke Singapura aku ingin melihat rumah ku dulu, sesampainya disanatidak rasa iba dalam hatiku aku mencoba masukkedalam rumah yang berantakan dantak terurus itu dan aku pun tak melihat wanita itu dan memang aku berharap tak mau bertemu denganya, saat aku ingin keluar tetanggaku dulu menghampiri ku "akhirnya kau pulang juga, ibumu sudah meninggal satu minggu yang lalu "oh" hanya itu yang aku rasakan kemudian dia memberikan sepucuk surat yang sudah kucal kemudian bergegaslah aku pergi didalam mobil aku mebuka surat itu...

"Untuk anakku yang kusayangi, aku tau  kau sangat membenciku, aku tau kau tak suka dengan kecacatan yang aku miliki. Perlu kau tau mata yang membuatmu dapat melihat dunia luas mata yang dapat membuatmu sukses seperti sekarang ini adalah mata sebelah kiriku waktu kau berumur 2 tahun kau dan ayah mu mengalami kecelekaan yang hebat ayah mu meninggal di tempat dan kau kehilangan mata sebelah kirimu ibu tak mau anakku hidup dengan cacat kemudian aku memberikan mata sebelah kiri ku untuk mu yang kau pergunakan selama ini
        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar